Freeport undercover

31 Jan 2009

dari berbagai sumber

Ini adalah hasil laporan investigasi The New York Times tentang limbah tambang Freeport-McMoran di Papua. (dilampiri beberapa foto “mengejutkan”)

Inti dari laporan investigasi NYT ini adalah tentang limbah tambang yg menimbuni Sungai Aikwa.
Menurut laporan Freeport sendiri, limbah itu luasnya 8 km persegi dan di beberapa tempat sedalam 275 m.
Terhadap teguran dari berbagai NGO lingkungan hidup, termasuk ex-mentri Sonny Keraf, Freeport hanya mengatakan bahwa limbah mereka tidak berbahaya dan bahwa pembuatan pipa untuk pembuangan limbah akan memakan terlalu banyak biaya.

Tetapi, menurut beberapa agency yg menjadi konsultan perusahan asuransi yg dipakai Freeport, limbah itu telah menyebabkan “massive die-off” pada vegetasi di sepanjang sungai.
Sample2 juga menunjukkan bahwa air sungai mengandung racun yg cukup untuk membunuh organisme2 sungai yg sensitif.
Kemunculan tumbuhan yg berwarna hijau terang sepanjang beberapa km di tepi sungai juga menunjukkan bahwa kandungan tembaga dari limbah telah mencemari sungai.

Foto satelit tambang Freeport

Foto satelit limbah FreePort, yg abu-abu itu semua limbahnya lho

Foto udara tambang FreePort yg terbuka


Ini bagannya

Tailing (Sisa pasir tambang) langsung dibuang ke sungai bersama racun2 kimia yg mematikan ekosistem sungai hingga ke laut lepas

Puncak Carzten yg bersalju pun akan dikeruk menjadi lubang menganga, ya untuk tambang dong

Tahukah kawan2 bahwa pada masa kolonial Belanda, ada seorang geolog Belanda yg menemukan bukit2 emas di Papua hingga menamai pegunungan tersebut dengan Grasberg (gunung emas), dan sebab itu pula Belanda mati2an mempertahankan wilayah jajahan khusus Papua Barat, hingga menyebabkan pertempuran hebat dalam sejarah nasional.

Lalu dokumen ekspedisi geolog Belanda tersebut tidak digubris oleh pemerintah Belanda karena sibuk dengan Perang Dunia II.
Setelah perang dunia usai dokumen berdebu itu ditemukan oleh salah satu pejabat Freeport di salah satu perpustakaan Belanda.
Bagai menemukan harta karun, mereka langsung terbang ke Papua dan me-loby pihak penguasa Orde Baru.

Ternyata ada kesalahan fatal dari dokumen yg dibuat geolog Belanda itu, disebutkan bahwa bukit2 mengandung emas hanya setinggi 100m.
Setelah diteliti oleh pihak Freeport, ternyata sekitar 400 m ke atas dan sampai 1 km ke bawah tanah, bukit2 emas tersebut mengandung emas kualitas terbaik dunia!
Tapi mereka ngakunya perusahan mereka tu pertambangan tembaga. Hebat..

Ops, ada lagi yg perlu diketahui.
Waktu masih jadi presiden, Megawati Soekarno Putri meluluskan permintaan Freeport untuk memperpanjang kontrak karya untuk 25 tahun ke depan… walah…

Eng ing eng, hati-hati, sebentar lagi pemilu :D


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post