Dialog Konyol Warga Jakarta

29 Oct 2009

Perhatian, humor dosis tinggi, jangan dibaca sekali abis, dicicil semampunya aja.
Kukutip dari forum diskusi, dengan editing seperlunya.
Ada banyaaaaaaaaaaaak kalee..

===
Pembeli: “Pak, ikan cupang-nya satunya berapa?”
Penjual ikan: “Lima ribu dek.”
Pembeli: “Wah, mahal banget tuh pak, kalo lima jadi Rp 25.000,- gimana?”
Penjual ikan: “Wah, belum dapet tuh dek . . . “

===
Kantin kampus
Mahasiswa #1: “Jam berapa sekarang?”
Mahasiswa #2: “Jam 11.00
Mahasiswa #1: (buru-buru) “Anjrit! Gue telat!!”
Mahasiswa #2: “Kuliah jam 11?”
Mahasiswa #1: “Enggak. Kuliah jam 9.00

===
Parkiran Melawai
Tukang parkir: “Yaak, terooos, terooos! Balas kanannn, kanannn . . . jangan dibalas, jangan dibalas, biar Tuhan yang membalas!!”

===
Penerbit majalah
Bos majalah: “Bagaimana distribusi majalah? Sudah selesai apa ada kendala?”
Karyawan baru: “Sudah pak! Semua sudah di-cancel sesuai jadwal!”
Bos majalah: “Hah?! Kok di cancel?! Kenapa bisa di cancel?!”
Karyawan lama: “Maaf pak, mungkin maksudnya di-handle pak. Semua sudah selesai kok pak.”

===
Klien: “Bu, kenapa bulan ini kok majalahnya telat terbit ya?”
AE majalah: “Aduh Non, bulan ini ada mesin baru di percetakan, jadinya mesti di-kaligrafi ulang warna cetaknya.”

(seharusnya “kalibrasi”)

===
Ibu muda yang baru melahirkan: “Aduuh, suster, itu anak siapa sih yang nangis? Berisik banget!”
Suster: “Itu anak ibu . . .”

===
Account Executive Pede Abis: “Jadi format-nya print ad-nya nanti vertikal.”
Art Director: “Ok… Memanjang ke atas ya…”
Account Executive Pede Abis: “Ya, gak dong Format-nya vertikal berarti memanjang ke samping!”

===
Pelanggan: “Bang, bayar bang…”
Penjual: “Tadi makan pake apa aja ya?”
Pelanggan: “Nasi, ayam goreng, es teh tawar…”
Penjual: “Ayam goreng 7000, es teh tawar 1000, tadi nasinya setengah atau separo Dek?”

===
Penelpon ke PLN: “Bu… Mau complain nih… Kok lampunya mati-padam mati-padam melulu?”

===
Mahasiswi 1: “Eh, kita harus minum susu lagi tiap hari, biar tulangnya ga kena fotosintesis…”
Mahasiswi 2: “Osteoporosis kali Non…”

===
Cowo Tajir: “Wah, gua baru beli notebook baru, canggih, keren…”
Cowo Kere: “Oh ya, notebook loe merk-nya apaan?”
Cowo Tajir: “Microsoft.”

(keterangan: Microsoft adalah “sistem operasi” (OS), bukan “merk”)

===
Teman #1: “Gue lagi cari sekolah nih, mau S2.”
Teman #2: “Mau ambil jurusan apa?”
Teman #1: “Pasca Sarjana.”

(keterangan: “Pasca Sarjana” adalah sinonim “S2″, bukan jurusan kuliah)

===
Cewek #1: “Memangnya kamu taruh dimana tadi berkasnya?”
Cewek #2: “Duh… Itu dia. Akhir-akhir ini gua sering lupa… Kayaknya gua kena insomnia dech…”

(seharusnya “amnesia”)

===
Cewek #1: “Eh, cowok loe kok udah tiga hari gak sekolah sih, kenapa? Sakit ya?”
Cewek #2: “Iya tuh… Kasian banget, dia kena sifilis, jadinya sakit kepala terus rada2 susah napas gitu…”

(seharusnya “sinusitis”)

===
Shopping center
Cewek #1: “Oh iya! hampir lupa Temen gua mau ulang tahun bentar lagi Gua beliin apa ya bagusnya?”
Cewek #2: “Beliin kado aja!”

===
Pegawai Lapar: “Bang, lempernya berapaan bang?”
Tukang Kue Kantor: “Biasa Neng, dua ribu, tiga…”
Pegawai Lapar: “Mahal amat! Dua ribu, dua ya?”

===
Restoran makanan Jepang
Pelayan Cewe: “Arigato go zai mas…”
Pemuda Playboy sok tahu: “Arigato go zai mbak…”

===
Studio foto
Pembeli rese: “Bang, ada kamera paranoid ga?”
Penjaga bingung: “Hah?”
Pembeli rese: (nada sok tau) “Itu yg sekali jepret langsung jadi…”

(seharusnya “polaroid”)

===
Ibu: “Kenapa, Dik?”
Anak 5 tahun: “Sakit perut, Ma… Kekenyangan.”
Ibu: “Dik, inget nggak kata guru agama… Makanlah sebelum lapar, berhentilah sebelum ken…???”
Anak 5 tahun: “…” (diam sejenak) “TUT!”

===
Parkiran mall
Bapak pengemudi bayar parkir: “Kok loketnya dikasih kerangkeng sih Dek?”
Petugas parkir: “Biar saya nggak kabur…”

===
Metromini
Penumpang: (nyolek kenek) “Bang, bagi apinya dong…”
Kenek: “Emangnya gue naga…”

===
Penjual kamera: “Yang ini 8 megapixel kalo yang itu 10 megapixel, Pak.”
Pembeli kamera: “Oh, kalo yang satu itu revolusi-nya berapa?”

(seharusnya “resolusi”)

===
Kantor perusahaan
Boss yang sedang telepon di dalam ruangan: ” . . . tapi kan dia beli tanahnya udah lama, udah tadi tahun ‘75. Coba, tahun ‘75 itu tahun berapa? . . . (hening sejenak) . . . ya, tahun ‘75 kan?!”

===
Sekretaris: “Eh hari ini Pak X resmi pindah kantor loh…”
Staff: “Wah makan-makan nih…”
Sekretaris: “Iya dia mau ngadain firewall party loh di Paregue!”

(seharusnya “farewell”)

===
Cowo Cupu: “Eh, sekarang loe di jurusan apa?”
Cowo Sok Keren: “Desain Komunikasi Casual!” (bangga)

(seharusnya “visual”)

===
Nenek: “Nenek haus nih, tolong beliin Kaporit Sweat dong.”

(seharusnya “pocari”)

===
Anak umur 3 tahun: “Ma, kakak itu pendiem ya?”
Mama: (senang anaknya bisa menilai orang) “Hmm, emang kenapa, dek?”
Anak: “Abis kakak suka bilang ke aku, ‘dek, diem dong!’.”
Mama: “…” (mungkin teriak dalam hati: “itu berarti kamu yg kelewat cerewet”)

===
Restoran
Sekelompok teman: (membaca menu) “Bang, sweet ice tea-nya tujuh, ya!”
Pelayan dengan muka bingung: “Umm, tunggu sebentar ya…”
(…)
Pelayan kembali: “Maaf Pak, gak ada…”
Salah satu teman penasaran: “Kalau gitu ganti es teh manis aja tujuh deh, Bang!”
Pelayan: “Oh kalo itu ada Pak!”

===
Teman #1: “Wah.. Hotel ini keren juga, hotel apaan sih, baru yah…?”
Teman #2: “Iya… Keren bo…”
Ketika melewati pintu masuk hotel
Teman #1: “Eh bo… Ini namanya HOTEL ENTRANCE.”
Teman #2: “Oohh… Hotel entrance, baru pasti, gua baru liat, keren juga nih hotel entrance…”

(keterangan: hotel entrance = pintu masuk hotel)

===
Perempuan kehausan: “Aduh boo… Haus gua, gua degradasi kayaknya.”

(seharusnya “dehidrasi”)

===
Warung Soto Makassar
Pria memesan tanpa melihat menu: “Bang, soto Mazakar-nya satu!”

===
Cewe #1: “Ayo ikut kita, di sana kan nanti ada si pacar gelap loe itu…”
Cewe #2: “Ngga mau ah… Gua malu ketemu dia di tempat rame.”
Cewe #1: “Malu di depan, tapi pamer kemaluan di belakang!”
Cewe #2: “…”

===
Teman #1: “Wah, perut lo keras banget tuh!”
Teman #2: “Iya nih! Kenyang!”
Teman #1: “Senggama-nya pasti ntar keras . . . (terdiam sejenak) . . . sendawa maksudnya!”

===
Cewek #1: “Eh, emang katanya MLM tuh haram ya?”
Cewek #2: “Ya iya laaah! Kalo belom nikah ya haram!”

===
Partner #1: “Boy, kita bagi-bagi tugas buat nelpon sponsor makanan, gua nelpon I-Crave, lo nelpon Beard’s Papa…”
Partner #2: “Oke, mana nomernya?”
(Partner #2 menunggu nada sambung)
Partner #2: “Halo, selamat siang. Dengan Breast Papa?”

===
Cowok #1: “Kenapa sih dia dikasih nama Memes?”
Cowok #2: “Ya iyalah, kalo ibunya ngelahirin cowok pasti dinamain Kontos…”

===
Cowok #1: “Eh, kita ke tempat yang ada hotspot-nya ya, cewe gue pengen cek mail nih.”
Cowok #2 yang sedang menyetir: “Okay.”
Beberapa saat kemudian, mobil berhenti di depan sebuah hotel
Cowok #2: “Disini aja ya, bagus tapi murah. Besok mau gue jemput gak?”

===
Kampus
Dosen frustasi melihat mahasiswa tak bersemangat: “Aduh, kalian lemes semua sih, saya jadi lemah syahwat nih!”

===
Mall
Cewe manja: “Beliin aku sepatu itu dong, Yang…”
Cowo sinis: “Ukuran kaki kamu berapa?”
Cewe manja: “36.”
Cowo sinis: “Yakin itu ukuran kaki, bukan ukuran BH kamu?”

===
Cowo Matre: “Percaya deh sayang, aku cinta kamu apa adanya…”
Cewe Tajir: (sinis) “Bukan karena ADA APAnya?”

===
Nyokap: Ini hape ibu ada G-String-nya ngga?
Anak: (bengong, berharap salah denger) Hah?
Nyokap: Ini Nokia 3300 ibu ada G-String-nya apa ngga?
Anak: (masih bengong dan masih berharap salah denger) G-String?
Nyokap: Iya. Itu lho, yang kalo nelepon kita bisa liat muka orang yang teleponan sama kita.
Anak: Yaoloh! 3G?
Nyokap: Nah itu dia. Emang tadi ibu ngomongnya apa?

===
Pembeli: “Bang, beli paku tembok…”
Penjual: “Berapa?”
Pembeli: “Setengah kilo aja…”
Penjual: “Dibungkus?”
Pembeli: (dengan wajah kesal) “Gak! Makan sini!”

===
Office boy baru menyerahkan fotokopian: Ini bos, sudah
Art director: Lha, aslinya mana?
Office boy baru: Saya? Wonosari, Bos.

===
Bos: Udah belasan kali nih gua bolak-balik sama report lo nggak beres-beres. Yang ini final ya…
Karyawan: Tenang aja, yang ini final… dijamin nggak keliru-keliru lagi
Bos: Makanya, control di file-nya dibikin yang bener, jangan cuman dibikin pajangan. Kamu tahu kan apa gunanya control?
Karyawan: Tahu bos… (pelan) buat kencing kan…

===
Pegawai laki-laki: “Dek, tolong bukain, saya mau masuk”
Pegawai wanita: “Enak aja keluar-masuk-keluar-masuk, boleh masuk, tapi nanti kalau mau keluar bilang-bilang ya… (terdiam dan salah tingkah)… Keluarnya bareng ya… Eh” (tambah salah tingkah)

===
Warung nasi kaki lima
Pelayan: “Adek tadi teh manisnya pake es gak?”
Cewek: “Pake Bang…”
Bencong najis di sebelah si cewek: “Kalo gak pake es jadi teh mani dong mas… Hihihi.”

===
Udah la, cape’..


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post